TKBM Karya Sejahtera Gelar RAT, Optimis Kinerja dan Kesejahteraan Meningkat

lintas1.id, KUTAI KARTANEGARA – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Hotel Grand Elty Singgasana, sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Perkoperasian yang mewajibkan koperasi melaksanakan rapat anggota setiap tahunnya. Kegiatan ini menjadi forum tertinggi koperasi dalam menyampaikan pertanggungjawaban dan menyusun rencana kerja ke depan.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, yang hadir membuka kegiatan menyampaikan bahwa RAT merupakan forum strategis dalam perjalanan koperasi. “RAT adalah ajang tertinggi dalam koperasi. Di sinilah anggota mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, serta memberikan arahan dan masukan untuk kemajuan koperasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia mendorong agar forum ini menjadi ruang lahirnya ide-ide inovatif yang bisa mendorong kesejahteraan anggota. “Saya berharap tidak hanya pengurus yang aktif, tetapi juga seluruh anggota dapat berkontribusi dengan ide kreatif demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Rapat Anggota ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola koperasi serta memastikan bahwa seluruh anggota mendapatkan manfaat dari keberadaan TKBM Karya Sejahtera.

Sementara itu, Ketua TKBM Karya Sejahtera, Laoda Mbena, menyampaikan bahwa aktivitas koperasi mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. “Tahun ini kegiatan kita meningkat hingga 82 persen dibanding tahun sebelumnya. Harapan kami ke depan aktivitas terus bertambah dan kesejahteraan anggota meningkat,” ungkapnya.

Terkait wacana satu pelabuhan satu koperasi, Laoda menegaskan bahwa hal tersebut tidak direkomendasikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Koperasi. Saat ini, TKBM Karya Sejahtera memiliki sebanyak 898 anggota yang aktif.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini aktivitas bongkar muat masih berlangsung di STS Muara Jawa untuk pasar lokal, sedangkan ekspor tetap dilakukan melalui pelabuhan Muara Berau. “Alhamdulillah kita masih melayani kebutuhan lokal di Muara Jawa, meski ekspor beralih ke Muara Berau. Harapannya, ke depan ekspor juga bisa kembali dilakukan di STS Muara Jawa,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/ls1/mjb)

Pos terkait

Screenshot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *