DiskopUKM Kukar Targetkan Pembangunan Klinik dan UMKM Center di 2026

Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin (ist)

lintas1.id, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah strategis berupa pembangunan klinik dan UMKM Center di sejumlah wilayah. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026 mendatang.

Program ini dilakukan untuk mengatasi akses pelayanan yang terbatas masih menjadi salah satu tantangan besar bagi para pelaku UMKM di Kukar yang mengalami kesulitan mengakses pembinaan, permodalan, hingga ruang promosi produk.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, menyebutkan bahwa rencana tersebut telah diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar mendapat dukungan anggaran dalam APBD 2026. “Kami sudah mengajukan ke Bappeda agar fasilitasi anggarannya masuk di APBD 2026. Saat ini masih proses penyusunan rencana kerja,” jelasnya.

Fathul menegaskan, gagasan pendirian klinik dan UMKM Center bukan datang tiba-tiba. Usulan ini merupakan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sekaligus bagian dari rencana strategis DiskopUKM. “Targetnya ada enam klinik dan UMKM Center yang kami bangun, sesuai prioritas daerah,” katanya.

Enam kecamatan yang masuk dalam daftar prioritas adalah Muara Kaman, Kota Bangun, Loa Janan, Anggana, Tenggarong, dan Samboja Barat. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah terpadu bagi UMKM, mulai dari layanan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, hingga promosi produk lokal.

Meski begitu, Fathul menyadari proses penelaahan di Bappeda bisa saja menyisakan sejumlah catatan. Tidak menutup kemungkinan, dari enam kecamatan yang diusulkan, hanya sebagian yang akhirnya disetujui. “Semua masih dalam proses penelaahan oleh pihak Bappeda. Bisa jadi nanti disetujui seluruhnya atau hanya sebagian. Kami berharap semuanya lolos,” tambahnya.

Dengan hadirnya klinik dan UMKM Center, pemerintah daerah ingin memastikan pelaku UMKM tidak lagi berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan sistematis untuk meningkatkan daya saing. (adv/diskominfokukar/ls1/mjb)

Pos terkait

Screenshot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *